post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Sunday 8 March 2015

Cara Budidaya Selada


Daun selada memiliki tampilan yang sangat menarik dan dapat menggugah selera makan. Oleh sebab itu kini daun selada juga banyak digunakan sebagai salah satu sayuran pelengkap untuk berbagai macam masakan seperti gado-gado, tahu campur, rujak cingur, burger, kebab, dan lain-lain. Tanaman selada terdapat dalam beberapa jenis, ada yang disebut dengan selada air dan ada pula yang disebut dengan selada keriting. Warna selada pun ada yang merah dan juga hijau.

Peluang Bisnis Budidaya Selada

Pada kesempatan yang indah ini kita akan mempelajari bagaimana cara budidaya selada. Jika kita mempunyai halaman atau kebun di rumah kita maka tidak ada salahnya kita mencoba menanam salah satu jenis tanamansayuran yang rasanya segar dan enak ini. Atau jika Anda tertarik untuk membudidayakan selada untuk berbisnis maka hal itu tidak ada salahnya juga, mengingat permintaan akan komoditas selada saat ini cukup bagus di pasaran.
Akan tetapi cara menanam selada tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa hal khusus atau penting yang perlu kita pahami agar dapat menumbuhkan tanaman sayuran ini dengan sangat baik sehingga hasil yang akan didapatkan akan sangat baik juga. Intinya, kita harus mempelajari dengan benar teknik budidaya selada agar bisnis kita berhasil.

Memilih Lahan yang Tepat

Langkah pertama yang perlu kita pahami yaitu bagaimana memilih lahan yang paling tepat untuk menumbuhkan tanaman selada. Selada akan tumbuh secara ideal jika ditanam pada lokasi bersuhu rendah, yakni antara 15 derajat hingga 25 derajat celcius. Kemudian untuk jenis tanah, yang paling baik adalah tanah berjenis lempung berdebu atau lempung berpasir yang memiliki unsur hara yang baik. Akan tetapi Anda semua tidak perlu khawatir jika lahan Anda miskin akan unsur hara, karena tanaman selada akan tetap bisa tumbuh dengan baik di tanah tersebut asalkan selalu diairi dan dipupuk dengan teratur.

Pengolahan lahan

Lahan yang telah disediakan dapat diolah dengan membajak tanah agar gembur dan membuat bedengan-bedengan untuk tempat menanam. Jika diketahui tanah memiliki tingkat keasaman tinggi maka sebaiknya tanah dikapur terlebih dahulu, sebab daun selada bisa menguning karenanya. Bedengan dibuat dengan lebar sekitar 100 cm dan tinggi 30 cm. Lalu, jarak antar bedengan diatur kira-kira selebar 30 cm. Selain dikapur, tanah juga bisa diberi pupuk kandang supaya lebih subur. Persiapan tersebut sebaiknya dilakukan sekitar 1 bulan sebelum penanaman.

Cara Menanam Selada

Bibit selada yang berupa biji-bijian harus disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam di atas lahan yang telah disiapkan. Hal ini cukup penting dilakukan untuk memastikan proses persemaian lebih mudah dikontrol sehingga biji-biji benih selada dapat tumbuh dengan baik menjadi kecambah. Penyemaian bisa dilakukan dengan menebar biji-biji benih diatas lahan persemaian yang subur. Setelah disemaikan kurang lebih selama 4 minggu atau setelah muncul beberapa helai daun, bibit-bibit tersebut bisa dipindahkan ke atas lahan yang telah kita siapkan.
Cara tanam atau cara memindahkan bibit selada dari tempat persemaian ke atas lahan cukup sederhana. Mula-mula di atas bedengan-bedengan kita buat lubang-lubang tanam dengan jarak kurang lebih 25 cm x 25 cm. selanjutnya bibit-bibit tersebut tinggal ditanam dan ditimbun dengan tanah. Dua minggu setelah penanaman, kita sebaiknya kembali memupuk tanah dengan pupuk urea untuk tetap menjaga kesuburan tanah, selain itu, pengairan secara teratur juga harus terus dilakukan. Penyemprotan hama juga bisa diusahakan untuk mengendalikan hama dan penyakit yang dapat merusak tanaman kita.

No comments:

Post a Comment